Minggu, 18 Agustus 2013

2 Kilometer = 200 meter

Kembali lagi saya di hadapkan sebuah layar dengan background putih yang entah akan bagaimana jadinya setelah saya gores dengan setiap huruf yang berangkai. Kini saya harus menulis tentang kejadian konyol atau mungkin aneh yang pernah saya rasakan.

Keanehan dalam hidup memang hampir semua akan mendapatkannya. Bahkan ada pepatah "tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini" meski saya tahu itu bukkanlah pepatah.

Mungkin memang Allah sudah menakdirkan saya selalu hidup dalam keanehan hingga detik ini. Hidupku aneh, senyumku aneh, wajahku aneh, sekalipun punya temen, merekapun aneh semua.

Hidupku semakin Aneh dengan kehadiran Dajal yang selalu menemani saya  untuk melukis senyuman setiap hariku.

Yang paling berkesan adalah ketika saya dan Rijal ingin mendaftar untuk menjadi siswa SMKN 3 Buduran 1,5 tahun lalu. Saat itu Dajal (Danny, Ade, Rijal) mengajak indrie.

 Indrie sengaja mengantarkan Dajal ke  SMKN 3 Buduran karena dajal benar-benar tidak tahu jalan di Sidoajo saat itu .

 Saat pulang memang kami sengaja ingin makan siang di KFC di Giant. Dan kamipun berjalan hingga kami sampai di lampu merah sekolahan Minu. Memang kami hendak menaiki kendaraan untuk sampai ke KFC. Tetapi Danny melihat suatu papan biadap bertuliskan "Giant 2KM".

Ntah saat itu apa danny mendadak amnesia, atau insomnia. Yang pasti karena papan tersebut danny mengajak kami jalan untuk sampe ke tujuan. Saat itu dalam benak seorang Danny Rizky Alfathan adalah 2KM =200 meter. Sehingga bila kami berjalan satu langkah sama dengan 1 meter maka kami akan sampai di Giant hanya dengan 200 langkah. Mendingkan hemat biaya. Tutur danny.

Ntah saat itu ada angin apa sehingga sepertinya kami semua amnesia dan hilang ingatan sehingga tak bisa berfikir bahwa 2 KM = 2000 Meter. Waktu itu kami mulai berjalan dari papan biadap itu sekitar Pukul 10.30. Dan kita ketahui sendiri pada waktu tersebut sengatan matahari begitu terasa bila kita keluar rumah apalagi jalan.

Sudah mungkin 1/4 jalan dari papan biadap tersebut. Dannypun mulai ragu dengan pemikirannya mengenai 2KM = 200 Meter tersebut, Karena saya bertingkah bodoh dengan menghitung setiap langkah saya. Hingga hitungan ke 200 danny baru berfikir kembali dan bertanya kepada rijal. "Jal 1 KM itu berapa Meter? 100 atau 1000?". "Lho iya ya bukkannya 1000?" Tutur rijal dengan muka polos dan cengingisan. Dannypun serentak kaget dan tertawa "lho? Iya ya 1000 meter ding", kata danny dengan muka polos inocentnya. Serentak kami semuapun tertawa di trotoar jalan.

Entah saat itu kami semua bingung. Antara balik? Atau lanjut? Karena kami sudah mungkin 2/4 jalan. Dan yang paling parah jalan yang kami lalui tidak dilewati angkot. Sehingga kami benar-benar harus jalan. Merasakkan sengatan matahari dan fisik SMP yang dulu jarang olahraga. Kami berjalan sambil "nggleyang kiri kanan". Berharap ada orang baik yang menaiki mobil Alphart lalu memberikan tumpangan kepada kami.

Sepanjang jalan. Meski kami banyak sekali tertawa kamipun merasa lelah. Tidak seperti rijal yang terlihat asyik dengan game yang ada pada hape yang ku pinjamkan. Hingga suatu ketika dia memiliki ide. Dia bersama danny berlari. Bila sudah dekat rijal akan sms atau telpon saya. Saya tahu ide tersebut tidak akan memecahkan masalah Jarak yang kami tempuh. Cara tersebut juga tidak akan menyempitkan Jarak yang mungkin sudah tinggal 1KM lagi.

Rijal dan dannypun berlari. Langkahnya semakin cepat. Sedangkan saya bersama indri waktu itu mencoba mengejar mereka. Akan tetapi langkah kami tak sampai. Dan kami putuskan untuk jalan.

 Cara Rijal itu semakin terlihat bodoh setelah dia lelah dan ternyata masih cukup jauh. Rijal yang waktu itu tidak membawa HP nya. Menyuruh danny untuk menelpon saya dengan tujuan memberi kabar bila ternyata masih cukup jauh. Dannypun mengeluarkan HPnya lalu mencari kontak saya dan mencoba menghubungi saya. Dan alangkah inocent wajah rijal. Ternyata hape saya dibawa oleh rijal. Ntah saya tak melihat expresi mereka saat itu karena saya jauh tertinggal bersama indrie.

Saya jalan berdua gitu sama indrie. Sambil memandangi pemandangan kiri jalan adalah kali / sungai yang airnya butek coklat. Dan kanan jalan adalah jalan raya yang penuh kendaraan silih berganti.  Kami mengobrol seru waktu itu. Sangking serunya saya lupa kami mengobrol apa.

Akhirnya kami bertemu dengan Danny dan Rijal. Dan kami mulai jalan bersama-sama lagi. Mungkin saat bertemu dengan mereka kami sudah menempuh 3/4 jalan. Meskipun berkelucur keringat, tapi kami jalan dengan enjoy dan penuh tawa. Kami menghembuskan nafas lega, setelah kami tahu kami sudah sampai di GOR. Terlihat sekali wajah senang mereka semua. Kamipun melanjutlan perjalanan. Yang mungkin tinggal 50-100 meter lagi.
Sesampai di di Giant kamipun bernafas lega. Kamipun tidak menyangka ternyata bener- bener jalan. Awalnya kami seringkali mengeluh  dan "sambatan". "Jek adoh tah?" Atau "hambrett dany iki" . Tepi kami sadar semua "sambatan" tidak akan menyempitkan perjalanan kami. Justru semakin memperpanjang jalan kami.

Sesampai di Giant ternyata rijal berfikir 2 kali untuk pergi ke KFC karena patokkan harga yang ada di KFC saat itu bisa di bilang cukup mahal untuk anak smp seperti Dajal. Kamipun beralih dan beranjak ke lantai 3 tepatnya di food court nya.

Memang bila kami melihat kebelakang. Sempat ragu apakah bisa sampai tujuan yang jelas-jelas sangat jauh (Menurut kami dulu)  dengan berjalan kaki?, Tapi saat kami melihat kedepan kami sadar bahwa kami sudah sampai tujuan. Dan benar dengan berjalan kaki.

Mungkin seperti itulah hidup. Mungkin anda pernah bermimpi untuk memiliki HP yang bagus dulu? Atau bermimpi memiliki Komputer, Laptop atau camera. Atau bahkan bermimpi untuk menjadi juara kelas. Memang bila kita melihat kebelakang kita akan ragu. Dengan keadaan kita, sanggupkah mimpi atau tujuan tersebut dapat dicapai?.

Ingat hanya dengan langkah kecil yang kita lakukan seperti menabung, atau belajar setiap hari. Atau bahkan seperti kami yang berjalan kaki menuju Giant dengan Jarak 2KM itu. Tujuan atau mimpi itu tercapai.  Dan saat kita raih mimpi itu kita akan berfikir "Kok bisa ya? Ternyata mimpi itu dapat saya raih. Walau dengan keadaan saya yang seperti ini, dan ternyata saya mampu."

Mungkin itu sedikit cerita aneh dari saya. Mungkin memang tidak aneh bagi anda yang sedang membaca. Tetapi bila anda tahu rasanya. Anda akan ikut merasakan anehnya. Sebenarnya banyak cerita aneh saat saya bertemu Dajal yang mengisi hari saya penuh canda maupun tawa. tapi tak mungkin juga bila saya tuliskan semua disini.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Si Pendiam itu Bernama LIna

Bila kita bicara tentang Lina Nur Fauziah. Bagi saya yang satu sekolah dengan dia pastilah saya akan ngomong "Oh lina anak yang pinter itu kah?". Yah memang benar lina adalah cewek yang pintar, berbakat, multi talent itu.

Sayangnya dia tidak begitu dikenal dikarenakan beberapa faktor diantaranya dia terlalu pendiam, dia juga terlalu malu-malu suaranyapun sangat pelan, halus sekali. Sehingga tak banyak guru yang menilai dia bisa, padahal sebenarnya dia mampu.


Memang rasa PeDe dimasa SMP tidak semua siswa memilikinya. Termasuk lina. Dia masih terlihat sering malu-malu untuk menjawab pertanyaan dari seorang guru. Meskipun dia tahu jawabannya. Sering kali untuk menjawab pertanyaan guru dia lebih suka menyuruh temannya untuk menjawab dengan jawaban yang ia lontarkan.


Secara fisikly dia bisa dibilang termasuk cewek yang cantik, manis pula, pipinya sedikit tembem dan saat tersipu malu pipinya memerah, Bibir imut merah merekah, hidung sedikit peseg, alisnya tipis, mukanya bunder sedikit lonjong. matanya seperti ada pantulan cahaya di matanya yang membuat matanya terlihat cantik, dagunya sedikit maju sehingga terlihat manis, telinga dan Rambutnya (masih misterius tersembunyi dibalik sebuah kain yang disebut kerudung) tingginya mungkin sekitar 160an aslinya dia bisa dibilang cukup tinggi bagi seorang cewek akan tetapi postur tubuhnya yang sedikit agak "gemuk dan besar" sehingga dia terlihat pendek .

Dia sangat mencintai pelajaran IPA khususnya Biologi. Meski saya tahu dia benar-benar pandai di semua bidang mata pelajaran. Eiitz ada tapi nya. Satu yang dia kurang mampu menguasai. Dia kurang bisa menguasai tentang komputer. Bahkan untuk menginstall suatu aplikasi dia hanya pernah sekali, itupun "katanya" antivirus warnanya ijo. , tuturnya saat saya bertanya. Pertanyaan itu pernah saya lontarkan saat saya tengah menginjak SMK kelas 1. Dan dia SMA kelas 1. Saat itu saya bertanya. "Lina masak sih nggak bisa nginstall aplikasi". Dan dia menjawab "nggak pernah dhe hanya pernah sekali itupun SMP nginstall aplikasi antivirus warnanya ijo".

Selama saya mengenal dia, belum pernah saya melihat dia berbicara keras, ataupun dengan nada marah. dia sopan, santun, baik, dermawan, senyumnya pun manis. Tutur katanya menenangkan pula. Lembut seperti simfoni nada-nada indah. Harum seperti semerbak mawar di taman.

Dia juga tak pernah menunjukkan kelemahan dia. Tak banyak yang saya ketahui. Dia takut atau bisa dibilang phobia dengan serangga. Hampir semua serangga dia takut seperti belalang, ulet, atau Bahkan dengan kupu-kupu pun dia takut.Memang semua orang punya phobianya seperti lina yang takut akan serangga.

Di Masa SMP dulu dia bisa dibilang anak yang tidak terlalu friendly. Selama kelas satu teman yang sangat akrab dengan dia ya hanya Dwi. Setelah kepergian Dwi karena dia pindah, lina jadi berteman dengan nurul fikriyah dan mulai jadi close friend. Memang dia tidak pandai bergaul. Sering saya melihat saat temannya kumpul lina sering kali di "cuekin" sendiri. Teman-temannya semua ngobrol asyik. Lina hanya diam. Dan ikut tertawa disaat temannya tertawa. Tidak pernah ikut ngobrol asyik bareng teman-temannya.

Katanya sih dia juga punya hubungan jelek ama keluarganya. (Dulu) orang tuanya sering merendahkan dia. Padahal dengan semua prestasi-prestasinya harusnya orang tua lina bangga. Pernah juga saat saya berkunjung kerumahnya, kesan pertama kerumah dia adalah ruang tamu dipenuhi buku. Entah di meja, entah dikursi. Memang si lina gemar sekali membaca itu yang membuat dia pinter dan cerdas.

Mamanya pernah curhat. "Memang sih kalo masalah pelajaran dia itu hebat, pinter banget. Selalu dapat juara. Tapi juga ngeselin banget" tuturnya. "Ngeselin gimana tante?" Saya menyahut. "Kalo dia membaca belajar dia suka banget siang malam betah gitu terus, tapi kalo disuruh "tandang gawe" males." Jawab mamanya. (Dulu)

Ternyata pintar saja tidak cukup untuk memuaskan hati seorang mama atau orang tua. Bagi sebagian besar orang tua merekapun menuntut anaknya untuk bisa "tandang gawe". Meskipun ada juga orang tua yang tak mengharuskan itu.

Tapi itu semua mungkin sudah berubah kini. Saat dia tengah menginjak SMA. Sejak dia menginjak SMA teman dia semakin banyak dan diapun jadi cewek yang friendly. Itu bisa dilihat pernah saat saya di Giant ama dia dan Hanum. Lina melihat temannya dan dengan wajah senang dia langsung menemuinya dan ngobrol panjang lebar. Dulu dia yang hanya diem ketika temannya ngobrol sekarang dia bisa ngobrol ceria bareng temannya.

Dia semakin aktiv dengan menjadi ketua PMR, dia juga sering ikut lomba kesana kesini. Dia bertambah sibuk. Bahkan semakin sedikit waktu untuk santai seperti yang lain. Sekarang pun dia mendapat tawaran untuk menjadi guru di bimbel.

Memang semakin tinggi usia seseorang maka akan berbeda pula pola pemikirannya. Sama seperti lina yang mulai ingin belajar mandiri dengan mendapatkan income sendiri guna sedikit membantu orang tuanya. Dan dia berhasil dengan prestasinya yang membuat dia medapat beasiswa di les-lesannya / Bimbelnya di Primagama. Yang kita ketahui bimbel itu bayarnya tidak murah. Dan hampir siswanya pinter semua.

mungkin itu sedikit tentang lina nur fauziah teman, dan sahabat saya. Meski memang banyak sekali yang dia sembunyikan dari saya. Tapi cukup sekian mungkin.

Jumat, 16 Agustus 2013

Sebuah Kata Holiday

Orang-orang berfikir Holidah adalah waktu dimana menghabiskan waktu untuk bersenang-senang pergi kesini kesitu,  sebagian ada yang menghabiskan waktu untuk istirahat dan sebagian yang lain sibuk untuk belajar. Tapi holiday bagiku hanyalah hari biasa saja dimana banyak pengeluaran dibandingkan pendapatan. Hai namaku Chalid. Ini mungkin goresan pertama yang saya tulis dalam membuat sebuah cerita. Mungkin sama seperti cerita-cerita holiday orang kebanyakkan karena saya belum pandai dalam menulis.  Dan cerita liburanku dimulai.

Layaknya seorang yang sangat penting. Dari awal saya memulai liburan banyak sekali task-task yang harus dipenuhi. Di geret kesana – kesitu. Meski seperti yang kita ketahui liburan berbanding terbalik dengan “uang saku”, Jadi semakin banyak kita liburan saldo uang saku kitapun akan mengalami penurunan yang sangat drastis. Sebab hal diatas, saya selalu bingung dengan ajakan teman untuk pergi kesini dan kesitu.


Memang uang saku seperti yang kita ketahui sendiri merupakan saldo yang paling menjanjikan bagi seorang pelajar. Kalo anda tidak percaya coba anda bayangkan bila dalam satu hari anda mendapat 10.000 rupiah. Berapa income yang akan kita dapatkan selama satu bulan? Iya benar kita akan mendapatkan income dalam satu bulan 280 – 310 ribu. Dan bayangkan berapa yang kita dapatkan dalam satu tahun? Dalam satu tahun kita bisa mendapat income sebanyak kurang lebih 3.200.000 sampai 3.500.000 .  bagaimana jika 2 tahun? atau 3 tahun? tentu disini kita tidak membahas hal tersebut.


Tapat pada tanggal 31 satu kemarin. Benar-benar facebook dibajak dengan ucapan “Selamat Tahun Baru” . Hal ini bertambah parah saat “hujan” datang facebook semakin dibajak dengan hujatan terhadap hujan, Bagi yang tidak merayakan tahun baru dan aktivis islam mereka senang dan menyabut datangnya hujan. Hal ini didukung karena sebagian dari mereka sadar bahwa dirinya tidak bisa merayakan Tahun Baru. Ketika hujan mulai redah keadaan mulai berbalik. Sebagian yang tidak merayakan mereka mulai merasakkan resah, gundah, bahkan galau. Lebih parahnya ada yang kayang gara-gara tidak ikut merayakannya.


Sampai detik ini pun saya belum pernah tahu mengapa Tahun Baru tersebut harus dirayakan? Mengapa tidak merayakan hari baru? Atau bulan baru? . Apa karena Tahun Baru hanya sekali dalam setahun? Memang hanya sekali dalam satu tahun, tapi bukannya 100 kali d
alam satu abad?  Mengapa tidak merayakan Abad baru?  Biarlah itu menjadi misteri Ilahi. Sebagian dari mereka ada yang merayakan tahun baru dengan pergi kesuatu tempat untuk bersenang-senang, dan sebagian yang lain mereka merayakan tahun baru bersama keluarga dirumah dalam kehangatan canda dan tawa. Bahkan ada yang merayakan tahun baru dengan bertahajud dan membiasakannya.


Liburan memang unik setiap orang memiliki cara sendiri untuk menghabiskannya. Dan waktupun juga unik setiap orang akan dihabisi serta dimakan oleh waktu sesuai dengan caranya. Sama halnya dengan sholat isya. Waktu untuk menjalankan sholat isya memang panjang, sangking panjangnya kita lupa kalau umur kita pendek. Bagi sebagian orang mengatakan “Time is Money”. Saya membenarkan kalimat tersebut. Karena seperti yang kita sadari.  Semua orang-orang kaya didunia dengan kekayaannya yang berlimpah ruahpun. mereka tidak bisa membeli 1 hal. Iya benar mereka tidak bisa membeli waktu. Dan mereka tidak bisa memperpanjang masa aktiv hidupnya di dunia seperti beli pulsa.

Memang liburanku seperti yang lain terpenjara dalam rumah dengan segala rule yang ada. Hanya update status dan melihat kronologi di facebook. Menunggu ada yang commen meski saya tahu bahwasannya teman-temanku adalah maniak like bukan commen, memang likenya banyak tapi tidak ada komentar sama sekali. Mungkin temen saya pada speechless semua akan status saya ? Dan sebagian waktu libur juga saya manfaatkan (lebih tepatnya sempatkan) untuk belajar.

Sempat diajak berenang juga dengan orangtua tercinta. dan saat sampai di tempat renang tersebut letaknya di Duren Sewu Pasuruan. Saya yakin anda akan mengurungkan niat untuk berenang. kenapa? jangankan untuk renang, melihat saja mungkin anda sudah sangat males. anda bisa lihat sendiri potret liburan saya di duren sewu.