Kembali
lagi saya di hadapkan sebuah layar dengan background putih yang entah
akan bagaimana jadinya setelah saya gores dengan setiap huruf yang
berangkai. Kini saya harus menulis tentang kejadian konyol atau mungkin
aneh yang pernah saya rasakan.Keanehan dalam hidup memang hampir semua akan mendapatkannya. Bahkan ada pepatah "tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini" meski saya tahu itu bukkanlah pepatah.
Mungkin memang Allah sudah menakdirkan saya selalu hidup dalam keanehan hingga detik ini. Hidupku aneh, senyumku aneh, wajahku aneh, sekalipun punya temen, merekapun aneh semua.
Hidupku semakin Aneh dengan kehadiran Dajal yang selalu menemani saya untuk melukis senyuman setiap hariku.
Yang paling berkesan adalah ketika saya dan Rijal ingin mendaftar untuk menjadi siswa SMKN 3 Buduran 1,5 tahun lalu. Saat itu Dajal (Danny, Ade, Rijal) mengajak indrie.
Indrie sengaja mengantarkan Dajal ke SMKN 3 Buduran karena dajal benar-benar tidak tahu jalan di Sidoajo saat itu .
Saat pulang memang kami sengaja ingin makan siang di KFC di Giant. Dan kamipun berjalan hingga kami sampai di lampu merah sekolahan Minu. Memang kami hendak menaiki kendaraan untuk sampai ke KFC. Tetapi Danny melihat suatu papan biadap bertuliskan "Giant 2KM".
Ntah saat itu apa danny mendadak amnesia, atau insomnia. Yang pasti karena papan tersebut danny mengajak kami jalan untuk sampe ke tujuan. Saat itu dalam benak seorang Danny Rizky Alfathan adalah 2KM =200 meter. Sehingga bila kami berjalan satu langkah sama dengan 1 meter maka kami akan sampai di Giant hanya dengan 200 langkah. Mendingkan hemat biaya. Tutur danny.
Ntah saat itu ada angin apa sehingga sepertinya kami semua amnesia dan hilang ingatan sehingga tak bisa berfikir bahwa 2 KM = 2000 Meter. Waktu itu kami mulai berjalan dari papan biadap itu sekitar Pukul 10.30. Dan kita ketahui sendiri pada waktu tersebut sengatan matahari begitu terasa bila kita keluar rumah apalagi jalan.
Sudah mungkin 1/4 jalan dari papan biadap tersebut. Dannypun mulai ragu dengan pemikirannya mengenai 2KM = 200 Meter tersebut, Karena saya bertingkah bodoh dengan menghitung setiap langkah saya. Hingga hitungan ke 200 danny baru berfikir kembali dan bertanya kepada rijal. "Jal 1 KM itu berapa Meter? 100 atau 1000?". "Lho iya ya bukkannya 1000?" Tutur rijal dengan muka polos dan cengingisan. Dannypun serentak kaget dan tertawa "lho? Iya ya 1000 meter ding", kata danny dengan muka polos inocentnya. Serentak kami semuapun tertawa di trotoar jalan.
Entah saat itu kami semua bingung. Antara balik? Atau lanjut? Karena kami sudah mungkin 2/4 jalan. Dan yang paling parah jalan yang kami lalui tidak dilewati angkot. Sehingga kami benar-benar harus jalan. Merasakkan sengatan matahari dan fisik SMP yang dulu jarang olahraga. Kami berjalan sambil "nggleyang kiri kanan". Berharap ada orang baik yang menaiki mobil Alphart lalu memberikan tumpangan kepada kami.
Sepanjang jalan. Meski kami banyak sekali tertawa kamipun merasa lelah. Tidak seperti rijal yang terlihat asyik dengan game yang ada pada hape yang ku pinjamkan. Hingga suatu ketika dia memiliki ide. Dia bersama danny berlari. Bila sudah dekat rijal akan sms atau telpon saya. Saya tahu ide tersebut tidak akan memecahkan masalah Jarak yang kami tempuh. Cara tersebut juga tidak akan menyempitkan Jarak yang mungkin sudah tinggal 1KM lagi.
Rijal dan dannypun berlari. Langkahnya semakin cepat. Sedangkan saya bersama indri waktu itu mencoba mengejar mereka. Akan tetapi langkah kami tak sampai. Dan kami putuskan untuk jalan.
Cara Rijal itu semakin terlihat bodoh setelah dia lelah dan ternyata masih cukup jauh. Rijal yang waktu itu tidak membawa HP nya. Menyuruh danny untuk menelpon saya dengan tujuan memberi kabar bila ternyata masih cukup jauh. Dannypun mengeluarkan HPnya lalu mencari kontak saya dan mencoba menghubungi saya. Dan alangkah inocent wajah rijal. Ternyata hape saya dibawa oleh rijal. Ntah saya tak melihat expresi mereka saat itu karena saya jauh tertinggal bersama indrie.
Saya jalan berdua gitu sama indrie. Sambil memandangi pemandangan kiri jalan adalah kali / sungai yang airnya butek coklat. Dan kanan jalan adalah jalan raya yang penuh kendaraan silih berganti. Kami mengobrol seru waktu itu. Sangking serunya saya lupa kami mengobrol apa.
Akhirnya kami bertemu dengan Danny dan Rijal. Dan kami mulai jalan bersama-sama lagi. Mungkin saat bertemu dengan mereka kami sudah menempuh 3/4 jalan. Meskipun berkelucur keringat, tapi kami jalan dengan enjoy dan penuh tawa. Kami menghembuskan nafas lega, setelah kami tahu kami sudah sampai di GOR. Terlihat sekali wajah senang mereka semua. Kamipun melanjutlan perjalanan. Yang mungkin tinggal 50-100 meter lagi.
Sesampai di di Giant kamipun bernafas lega. Kamipun tidak menyangka ternyata bener- bener jalan. Awalnya kami seringkali mengeluh dan "sambatan". "Jek adoh tah?" Atau "hambrett dany iki" . Tepi kami sadar semua "sambatan" tidak akan menyempitkan perjalanan kami. Justru semakin memperpanjang jalan kami.
Sesampai di Giant ternyata rijal berfikir 2 kali untuk pergi ke KFC karena patokkan harga yang ada di KFC saat itu bisa di bilang cukup mahal untuk anak smp seperti Dajal. Kamipun beralih dan beranjak ke lantai 3 tepatnya di food court nya.
Memang bila kami melihat kebelakang. Sempat ragu apakah bisa sampai tujuan yang jelas-jelas sangat jauh (Menurut kami dulu) dengan berjalan kaki?, Tapi saat kami melihat kedepan kami sadar bahwa kami sudah sampai tujuan. Dan benar dengan berjalan kaki.
Mungkin seperti itulah hidup. Mungkin anda pernah bermimpi untuk memiliki HP yang bagus dulu? Atau bermimpi memiliki Komputer, Laptop atau camera. Atau bahkan bermimpi untuk menjadi juara kelas. Memang bila kita melihat kebelakang kita akan ragu. Dengan keadaan kita, sanggupkah mimpi atau tujuan tersebut dapat dicapai?.
Ingat hanya dengan langkah kecil yang kita lakukan seperti menabung, atau belajar setiap hari. Atau bahkan seperti kami yang berjalan kaki menuju Giant dengan Jarak 2KM itu. Tujuan atau mimpi itu tercapai. Dan saat kita raih mimpi itu kita akan berfikir "Kok bisa ya? Ternyata mimpi itu dapat saya raih. Walau dengan keadaan saya yang seperti ini, dan ternyata saya mampu."
Mungkin itu sedikit cerita aneh dari saya. Mungkin memang tidak aneh bagi anda yang sedang membaca. Tetapi bila anda tahu rasanya. Anda akan ikut merasakan anehnya. Sebenarnya banyak cerita aneh saat saya bertemu Dajal yang mengisi hari saya penuh canda maupun tawa. tapi tak mungkin juga bila saya tuliskan semua disini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar