Sabtu, 17 Agustus 2013

Si Pendiam itu Bernama LIna

Bila kita bicara tentang Lina Nur Fauziah. Bagi saya yang satu sekolah dengan dia pastilah saya akan ngomong "Oh lina anak yang pinter itu kah?". Yah memang benar lina adalah cewek yang pintar, berbakat, multi talent itu.

Sayangnya dia tidak begitu dikenal dikarenakan beberapa faktor diantaranya dia terlalu pendiam, dia juga terlalu malu-malu suaranyapun sangat pelan, halus sekali. Sehingga tak banyak guru yang menilai dia bisa, padahal sebenarnya dia mampu.


Memang rasa PeDe dimasa SMP tidak semua siswa memilikinya. Termasuk lina. Dia masih terlihat sering malu-malu untuk menjawab pertanyaan dari seorang guru. Meskipun dia tahu jawabannya. Sering kali untuk menjawab pertanyaan guru dia lebih suka menyuruh temannya untuk menjawab dengan jawaban yang ia lontarkan.


Secara fisikly dia bisa dibilang termasuk cewek yang cantik, manis pula, pipinya sedikit tembem dan saat tersipu malu pipinya memerah, Bibir imut merah merekah, hidung sedikit peseg, alisnya tipis, mukanya bunder sedikit lonjong. matanya seperti ada pantulan cahaya di matanya yang membuat matanya terlihat cantik, dagunya sedikit maju sehingga terlihat manis, telinga dan Rambutnya (masih misterius tersembunyi dibalik sebuah kain yang disebut kerudung) tingginya mungkin sekitar 160an aslinya dia bisa dibilang cukup tinggi bagi seorang cewek akan tetapi postur tubuhnya yang sedikit agak "gemuk dan besar" sehingga dia terlihat pendek .

Dia sangat mencintai pelajaran IPA khususnya Biologi. Meski saya tahu dia benar-benar pandai di semua bidang mata pelajaran. Eiitz ada tapi nya. Satu yang dia kurang mampu menguasai. Dia kurang bisa menguasai tentang komputer. Bahkan untuk menginstall suatu aplikasi dia hanya pernah sekali, itupun "katanya" antivirus warnanya ijo. , tuturnya saat saya bertanya. Pertanyaan itu pernah saya lontarkan saat saya tengah menginjak SMK kelas 1. Dan dia SMA kelas 1. Saat itu saya bertanya. "Lina masak sih nggak bisa nginstall aplikasi". Dan dia menjawab "nggak pernah dhe hanya pernah sekali itupun SMP nginstall aplikasi antivirus warnanya ijo".

Selama saya mengenal dia, belum pernah saya melihat dia berbicara keras, ataupun dengan nada marah. dia sopan, santun, baik, dermawan, senyumnya pun manis. Tutur katanya menenangkan pula. Lembut seperti simfoni nada-nada indah. Harum seperti semerbak mawar di taman.

Dia juga tak pernah menunjukkan kelemahan dia. Tak banyak yang saya ketahui. Dia takut atau bisa dibilang phobia dengan serangga. Hampir semua serangga dia takut seperti belalang, ulet, atau Bahkan dengan kupu-kupu pun dia takut.Memang semua orang punya phobianya seperti lina yang takut akan serangga.

Di Masa SMP dulu dia bisa dibilang anak yang tidak terlalu friendly. Selama kelas satu teman yang sangat akrab dengan dia ya hanya Dwi. Setelah kepergian Dwi karena dia pindah, lina jadi berteman dengan nurul fikriyah dan mulai jadi close friend. Memang dia tidak pandai bergaul. Sering saya melihat saat temannya kumpul lina sering kali di "cuekin" sendiri. Teman-temannya semua ngobrol asyik. Lina hanya diam. Dan ikut tertawa disaat temannya tertawa. Tidak pernah ikut ngobrol asyik bareng teman-temannya.

Katanya sih dia juga punya hubungan jelek ama keluarganya. (Dulu) orang tuanya sering merendahkan dia. Padahal dengan semua prestasi-prestasinya harusnya orang tua lina bangga. Pernah juga saat saya berkunjung kerumahnya, kesan pertama kerumah dia adalah ruang tamu dipenuhi buku. Entah di meja, entah dikursi. Memang si lina gemar sekali membaca itu yang membuat dia pinter dan cerdas.

Mamanya pernah curhat. "Memang sih kalo masalah pelajaran dia itu hebat, pinter banget. Selalu dapat juara. Tapi juga ngeselin banget" tuturnya. "Ngeselin gimana tante?" Saya menyahut. "Kalo dia membaca belajar dia suka banget siang malam betah gitu terus, tapi kalo disuruh "tandang gawe" males." Jawab mamanya. (Dulu)

Ternyata pintar saja tidak cukup untuk memuaskan hati seorang mama atau orang tua. Bagi sebagian besar orang tua merekapun menuntut anaknya untuk bisa "tandang gawe". Meskipun ada juga orang tua yang tak mengharuskan itu.

Tapi itu semua mungkin sudah berubah kini. Saat dia tengah menginjak SMA. Sejak dia menginjak SMA teman dia semakin banyak dan diapun jadi cewek yang friendly. Itu bisa dilihat pernah saat saya di Giant ama dia dan Hanum. Lina melihat temannya dan dengan wajah senang dia langsung menemuinya dan ngobrol panjang lebar. Dulu dia yang hanya diem ketika temannya ngobrol sekarang dia bisa ngobrol ceria bareng temannya.

Dia semakin aktiv dengan menjadi ketua PMR, dia juga sering ikut lomba kesana kesini. Dia bertambah sibuk. Bahkan semakin sedikit waktu untuk santai seperti yang lain. Sekarang pun dia mendapat tawaran untuk menjadi guru di bimbel.

Memang semakin tinggi usia seseorang maka akan berbeda pula pola pemikirannya. Sama seperti lina yang mulai ingin belajar mandiri dengan mendapatkan income sendiri guna sedikit membantu orang tuanya. Dan dia berhasil dengan prestasinya yang membuat dia medapat beasiswa di les-lesannya / Bimbelnya di Primagama. Yang kita ketahui bimbel itu bayarnya tidak murah. Dan hampir siswanya pinter semua.

mungkin itu sedikit tentang lina nur fauziah teman, dan sahabat saya. Meski memang banyak sekali yang dia sembunyikan dari saya. Tapi cukup sekian mungkin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar