Bila
kita bicara tentang Lina Nur Fauziah. Bagi saya yang satu sekolah
dengan dia pastilah saya akan ngomong "Oh lina anak yang pinter itu
kah?". Yah memang benar lina adalah cewek yang pintar, berbakat, multi
talent itu.
Sayangnya dia tidak begitu dikenal dikarenakan
beberapa faktor diantaranya dia terlalu pendiam, dia juga terlalu
malu-malu suaranyapun sangat pelan, halus sekali. Sehingga tak banyak
guru yang menilai dia bisa, padahal sebenarnya dia mampu.
Memang
rasa PeDe dimasa SMP tidak semua siswa memilikinya. Termasuk lina. Dia
masih terlihat sering malu-malu untuk menjawab pertanyaan dari seorang
guru. Meskipun dia tahu jawabannya. Sering kali untuk menjawab
pertanyaan guru dia lebih suka menyuruh temannya untuk menjawab dengan
jawaban yang ia lontarkan.
Secara fisikly dia bisa
dibilang termasuk cewek yang cantik, manis pula, pipinya sedikit tembem
dan saat tersipu malu pipinya memerah, Bibir imut merah merekah, hidung
sedikit peseg, alisnya tipis, mukanya bunder sedikit lonjong. matanya
seperti ada pantulan cahaya di matanya yang membuat matanya terlihat
cantik, dagunya sedikit maju sehingga terlihat manis, telinga dan
Rambutnya (masih misterius tersembunyi dibalik sebuah kain yang disebut
kerudung) tingginya mungkin sekitar 160an aslinya dia bisa dibilang
cukup tinggi bagi seorang cewek akan tetapi postur tubuhnya yang sedikit
agak "gemuk dan besar" sehingga dia terlihat pendek .
Dia
sangat mencintai pelajaran IPA khususnya Biologi. Meski saya tahu dia
benar-benar pandai di semua bidang mata pelajaran. Eiitz ada tapi nya.
Satu yang dia kurang mampu menguasai. Dia kurang bisa menguasai tentang
komputer. Bahkan untuk menginstall suatu aplikasi dia hanya pernah
sekali, itupun "katanya" antivirus warnanya ijo. , tuturnya saat saya
bertanya. Pertanyaan itu pernah saya lontarkan saat saya tengah
menginjak SMK kelas 1. Dan dia SMA kelas 1. Saat itu saya bertanya.
"Lina masak sih nggak bisa nginstall aplikasi". Dan dia menjawab "nggak
pernah dhe hanya pernah sekali itupun SMP nginstall aplikasi antivirus
warnanya ijo".
Selama saya mengenal dia, belum pernah saya
melihat dia berbicara keras, ataupun dengan nada marah. dia sopan,
santun, baik, dermawan, senyumnya pun manis. Tutur katanya menenangkan
pula. Lembut seperti simfoni nada-nada indah. Harum seperti semerbak
mawar di taman.
Dia juga tak pernah menunjukkan kelemahan
dia. Tak banyak yang saya ketahui. Dia takut atau bisa dibilang phobia
dengan serangga. Hampir semua serangga dia takut seperti belalang, ulet,
atau Bahkan dengan kupu-kupu pun dia takut.Memang semua orang punya
phobianya seperti lina yang takut akan serangga.
Di Masa
SMP dulu dia bisa dibilang anak yang tidak terlalu friendly. Selama
kelas satu teman yang sangat akrab dengan dia ya hanya Dwi. Setelah
kepergian Dwi karena dia pindah, lina jadi berteman dengan nurul
fikriyah dan mulai jadi close friend. Memang dia tidak pandai bergaul.
Sering saya melihat saat temannya kumpul lina sering kali di "cuekin"
sendiri. Teman-temannya semua ngobrol asyik. Lina hanya diam. Dan ikut
tertawa disaat temannya tertawa. Tidak pernah ikut ngobrol asyik bareng
teman-temannya.
Katanya sih dia juga punya hubungan jelek
ama keluarganya. (Dulu) orang tuanya sering merendahkan dia. Padahal
dengan semua prestasi-prestasinya harusnya orang tua lina bangga. Pernah
juga saat saya berkunjung kerumahnya, kesan pertama kerumah dia adalah
ruang tamu dipenuhi buku. Entah di meja, entah dikursi. Memang si lina
gemar sekali membaca itu yang membuat dia pinter dan cerdas.
Mamanya
pernah curhat. "Memang sih kalo masalah pelajaran dia itu hebat, pinter
banget. Selalu dapat juara. Tapi juga ngeselin banget" tuturnya.
"Ngeselin gimana tante?" Saya menyahut. "Kalo dia membaca belajar dia
suka banget siang malam betah gitu terus, tapi kalo disuruh "tandang
gawe" males." Jawab mamanya. (Dulu)
Ternyata pintar saja
tidak cukup untuk memuaskan hati seorang mama atau orang tua. Bagi
sebagian besar orang tua merekapun menuntut anaknya untuk bisa "tandang
gawe". Meskipun ada juga orang tua yang tak mengharuskan itu.
Tapi
itu semua mungkin sudah berubah kini. Saat dia tengah menginjak SMA.
Sejak dia menginjak SMA teman dia semakin banyak dan diapun jadi cewek
yang friendly. Itu bisa dilihat pernah saat saya di Giant ama dia dan
Hanum. Lina melihat temannya dan dengan wajah senang dia langsung
menemuinya dan ngobrol panjang lebar. Dulu dia yang hanya diem ketika
temannya ngobrol sekarang dia bisa ngobrol ceria bareng temannya.
Dia
semakin aktiv dengan menjadi ketua PMR, dia juga sering ikut lomba
kesana kesini. Dia bertambah sibuk. Bahkan semakin sedikit waktu untuk
santai seperti yang lain. Sekarang pun dia mendapat tawaran untuk
menjadi guru di bimbel.
Memang semakin tinggi usia
seseorang maka akan berbeda pula pola pemikirannya. Sama seperti lina
yang mulai ingin belajar mandiri dengan mendapatkan income sendiri guna
sedikit membantu orang tuanya. Dan dia berhasil dengan prestasinya yang
membuat dia medapat beasiswa di les-lesannya / Bimbelnya di Primagama.
Yang kita ketahui bimbel itu bayarnya tidak murah. Dan hampir siswanya
pinter semua.
mungkin itu sedikit tentang lina nur fauziah
teman, dan sahabat saya. Meski memang banyak sekali yang dia
sembunyikan dari saya. Tapi cukup sekian mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar